Arti Tut Wuri Handayani Dan Logo (Ing Ngarso Sun Tulodo)

Arti Tut Wuri HandayaniMakna dan Arti Tut Wuri Handayani - Ing Ngarso Sun Tulodo - Ing Madyo Mangun Karso, Terdiri dari 3 kalimat ungkapan atau slogan yang dibut oleh bapak pendidikan kita sekaligus Pahlawan nasional Ki Hajar Dewantara. Kalimat ini sering kita dengar pada waktu sekolah atau bisa dilihat pada sebuah gambar/logo Tut wuri Handayani. Meski kalimat ini terlihat sederhana sebenarnya tersimpan makna mendalam sebagai sebuah ungkapan penting dari sebuah keteladanan bagi seorang pendidik atau pemimpin baik moral maupun semangat bagi anak didiknya. secara lengkap berbunyai : Ing Ngarso Sun Tulodo - Ing Madyo Mangun Karso - Tut Wuri Handayani

Tut Wuri : Mengikuti dari dibelakang Handayani : Memberikan motivasi (semangat) dan Moral, jadi secara lengkap : Ing Ngarso Sun Tulodo - Ing Madyo Mangun Karso - Tut Wuri Handayani ("di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan") bahwa seorang guru atau pendidik pada saat didepan murid harus memberikan contoh yang baik dalam segala hal khususnya perilakuPada saat ditengah-tengah murid harus mampu memberikan ide dan prakarsa , Pada saat dibelakang harus bisa memberikan semangat dan dorongan moral.

Ki Hajar Dewantoro merupakan Pelopor pendidikan bagi kaum pribumi dimasa penjajahan belanda dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat lahir Di Yogyakarta 2 Juni 1889 meninggal pada 26 April 1959. pada tahun 1922 soewardi merubah namanya dan dipanggil Ki Hajar Dewantara pada usianya genap 40 tahun dan menanggalkan gelar kebangsawanannya agar lebih dekat dengan rakyat jelata

Pada tahun 1913 Ki Hjar Dewantara di buang ke Belanda bersama 3 orang lainnya karena menyinggung belanda terkait rencana belanda memungut biaya untuk warga dan pribumi dalam rencana memperingati perayaan Kemerdekaan Belanda. Soewardi yang tidak terima kemudian menulis disurat kabar dengan judul "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: "Als ik een Nederlander was"). Karena tulisan itulah Soewardi dibuang ke belanda bersama Tjipto Mangokusumo dan Ernest Douwes Dekker.

Sekembalinya dari Belanda 1919 Soewardi mendirikan sekolah tama siswa yang diperuntukan bagi kaum pribumi (Rakyat Umum). Dalam sistem pendidikannya Ki Hajar dikenal dengan semboyan nya yang berbunyi 'Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani' dan slogan itu masih digunakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia sampai saat ini, Baca juga Biografi Ki Hajar Dewantara. Kesimpulan dari pengertian tut wuri Hndayani adalah bahwa seorang pemimpin atau pendidik sudah seharusnya memiliki 3 sifat seperti yang terdapat dalam tiga kalimat slogan tersebut.
BAGIKAN :
Tags: Pendidikan

Disclaimer :

Komentar adalah tanggapan pribadi, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Isi komentar tidak mewakili pandangan dan kebijakan kami (erabaca.com). Pembaca bisa melaporkan komentar yang tidak etis berupa pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan golongan